Baltic Sea Cruise # 1 (Tuk Media awal Juni, photo menyusul besok)

Indonesia Media

Baltic Sea Cruise # 1

Bila Anda sudah lama tinggal di Kanada, mengetahui kualitas kehidupan warga

negeri ini, dimana selama beberapa tahun pernah dipilih PBB sebagai 'the

best country to live in the world' Anda mestinya kenal negara-negara

Skandinavia. Mengapa? Sebab merekalah, terutama Swedia yang sekarang menduduki

ranking atas, ada dalam 10 negara teroke untuk berbagai kualitas kehidupan.

Ya, Kanada negeri pilihanku untuk tempat tinggal sudah merosot karena kalah

dari Denmark, Norwegia, Finlandia, selain Swedia, dalam banyak hal. Itulah

sebabnya sejak dahulu kala saya berminat mengunjungi negeri-negeri itu selain

memang banyak dongengan menarik dari situ. Ya, siapa yang tak kenal akan

Hans Christian Andersen dari Denmark, Thor Heyerdahl dari Norwegia dan

Brigitte Bardot dari Swedia, ihik ihik :-). Mengetahui saya senang bersepeda,

para prensku yang pernah lama tinggal di Skandinavia selalu menganjurkan saya

berkunjung kesana sebab kata mereka, itulah negara-negara surgawi bagi

cyclists. Kemarin di Copenhagen, banyak kelilingan karena memakai kereta api

listrik antar-kota dan dalam kotanya, saya berkesempatan melihat dengan mata

kepala sendiri, memang Denmark ini negeri bersepeda.

 

Oleh karena standard kehidupan yang tinggi di negara-negara Skandinavia alias

mahalnya penginapan maupun makanan menurut survai daripada Bang Jeha, sebagai

seorang pensiunan programmer doang yang pas-pas-an dananya, ia memutuskan

untuk mengunjungi semua negara tersebut numpak kapal cruise. Sebagaimana Anda

sudah sering dan bosan barangkali saya dongengkan, untuk mereka yang gembul

makannya, naik cruise menjadi murah sekali. Sebab ongkos CAD$ 2500 per orang

ke Baltic Sea, selain makan sekenyangnya 24 jam sehari selama 10 hari, juga

termasuk ongkos penginapan atau tidur dalam cabin kapal. Konon, untuk cabin

dan makan sahaja, perusahaan cruise pulang modal. Mereka mendapat untung dari

biaya ekstra yang dikeluarkan penumpang seperti ikut tour-tour di setiap kota

yang mereka selenggarakan, ongkos transfer dari lapangan terbang ke kapal,

maupun minuman beralkohol yang mesti Anda tambah bayar kalau memesannya.

Satu hal lainnya yang menarik sehingga saya ikut cruise ini adalah tambahan

tiga negara lain yang akan kami kunjungi. Yakni Rusia dengan kota Saint

Petersburg-nya, Polandia dengan pelabuhan Gdanks-nya serta Estonia yang

ibukotanya Talinn. Hanya sedikit disayangkan, ramalan cuaca ketika saya survai

pakai Yahoo Weather untuk semua kota yang akan kami kunjungi, suhu rendahnya

single digit dan ada yang akan mendekati nol (Swedia). Tak heran sih, lah

kita di Toronto sahaja masih nyala heater kita padahal sudah menjelang akhir

Mei. Tapi bermodal 28 tahun di negeri lemari es ini, mestinya suhu di Baltic

Sea tidak akan terlalu mengenaskan :-).

 

Cruise 10 hari dengan Crown Princess ini dimulai dari Copenhagen, Denmark.

Satu hal yang akan sedikit memusingkan, semua negara Scandinavia itu, kecuali

Finland yang pakai Euro, punya mata uang sendiri-sendiri dengan kurs dhewek.

Masih belum lengkap, ketiga negara lainnya, Rusia, Polandia dan Estonia juga

punya mata uang Rubel, Zloty dan Kroon, kembali dengan variasi kurs yang

berbeda jauh satu sama lain. Baik dari variasi mata uang, maupun bentuk negara

yang sosialis kapitalis komunis dan bekas komunis ini, niscaya perjalanan

cruise kami dari Denmark, ke Swedia, lalu Finlandia, terus Rusia, Estonia,

Polandia, Norwegia, akan sangat bervariasi dan menarik, semoga.

 

Hal lain yang akan saya ketengahkan sebelum mengakhiri seri pertama kisah ini

adalah bukan saja banyaknya wong Asia terutama Cungkuoren di cruise kali

ini juga promosi Bang Jeha lewat majalah Media tampak hasilnya :-). Sejak

kemarin saya terus bertemu imigran dari Indo yang hijrah ke Toronto, ada

bangsanya 10 orang dan konon ada puluhan. Yang lebih hebat, ketika saya

beberapa tahun lalu mulai ikut cruise, orang Asia bisa dihitung dengan jari

tangan, bak kemping di cagar alam Kanada di tahun 80-an. Semalam ketika

menonton show di Princess Theather, di antara hadirin sekitar 1000-an orang,

saya tidak melebih-lebihkan kalau sekitar setengahnya Asian. Tidak salah lagi

hal itu semua berkat hasil keuntungan penjualan beras :-) dan cem-macem

produksi bangsa Asia di dunia ini, dari mulai makanan ex Thailand sampai ke

komputer ex RRT hingga TKI ex Indo, wekekekek :-). Sampai kisah berikutnya.

... (bersambung) ...

 

 

       

 


FastCounter by bCentral