locallogo.jpg (5185 bytes)

Dialog Interaktif NIA &
Kesaksian Jonas Souisa Tentang Ambon


Klik gambar untuk melihat versi besar.

FREE WALLPAPER!!
Click the resolution you need:
640x480
800x600
1024x768
(Note: To set as a wallpaper just right click the enlarged image then select set wallpaper.
If you want to save the wallpaper select save picture as after the right click)

BERITA TANAH AIR
- Para Jenderal akan dipanggil paksa
- Komisi PBB Temukan
Bukti Keterlibatan TNI

-Kopassus Mengkoordinir Milisi
- Bukan Hulubalang Rezim
- Muhammadiyah Desak Pemerintah Akui Konghucuisme
- PBNU Sesalkan Penyerbuan Wisma Doulos
- Jenderal Wiranto Bakal Segera Pensiun?

LOCAL NEWS
- Dialog Interaktif NIA & Kesaksian Jonas Souisa
- Tatap Muka Dengan Christianto Wibisono
- Malam Natal Masyarakat Indonesia L.A. '99
- Peranan Tionghoa Dalam Penghentian Pembantaian di Makasar
- Sejenak Bersama Pdt. Eka Darmaputera Ph.D.
- 80-20
- Himbauan Kepada Indonesian Community

MANCA NEGARA
- Anak Gus Dur Belajar Bahasa Mandarin
- Tiongkok Sepenuhnya Dukung Keutuhan Wilayah RI
- RI Terima Budaya Tiongkok
- Gus Dur Turunan Tionghoa?

POLITIK
-
Habibie Gagal, Daerah- daerah tuntut merdeka (Bag.2)

OPINI
- Membangun Politik Luar Negeri Yang Bebas dan Mandiri

BUDAYA & TRADISI
- Perahu Pinisi (Bag.2)

IMMIGRASI
- Keterangan Mengenai Visa NonImigran

ENGLISH
- Tragedy Befalls Ternate, Indonesia

JENAK JENAKA
- Bukan Basa Basi +  Jambret

Sabtu 18 Desember , bertempat di Travis Auditorium , Fuller Seminary , Pasadena. Berama Moderator Bpk. Virgo Handojo , serta pendamping Ahli, Psycolog , Irene Tjakrawinata dari Los Angeles County School Distric.Pembukaan Dialog Interaktif

Acara ini di sponsori oleh CHI (Committee for Human Rights in Indonesia) dan Indonesia Media serta co sponsor dari JKIA Sierra Madre pimpinan Bpk Virgo Handojo. Sebagaimana biasanya pengurus CHI yang kali ini diwakili oleh Bpk. Willy Tjen membuka acara ini. Dalam sambutannya Bapak Willy Tjen memperkenalkan Nia dan keluarganya kepada para peserta dan undangan yang terdiri dari komunitas Indonesia dan warga lokal (kulit putih) . Oleh karena itulah maka dialog pada umumnya di gunakan bahasa Inggeris sebagai bahasa pengantarnya. Pak Willy dalam kesempatan ini juga menyatakan keprihatinannya atas kondisi ditanah air yang tak kunjung Bapak Willie Tjen pengurus CHIselesai dengan kerusuhan, pembakaran dan pemerkosaan , serta pembunuhan yang berlangsung terus menerus, beliau sangat sedih dengan nasib bangsa Indonesia. Untuk itu beliau mengajak seluruh masyarakat Indonesia di luar negeri untuk berdoa dan berpikir, serta melakukan sesuatu sebisanya agar derita bangsa dapat dihentikan secepatnya.

Lagi, Duta Remaja lainnya

Dalam kesempatan yang terpisah ditambahkan pula bahwa kami akan mendapatkan kesempatan emas, dengan rencana kunjungan Sarwono (kakak dari Nia) kepada Presiden Bill Clinton Indonesia , dan bahkan Sarwono (16) akan mendapatkan kesempatan selama semingguVirgo Handojo bertindak selaku moderator berpartisipasi dalam rapat Senat di Capital Hill. Beliau berbangga atas prestasi keluarga Agus yang menyumbangkan pikiran dan tenaganya bagi Perdamaian Indonesia khususnya dan Dunia pada umumnya. Dalam pada itu Pak Willy menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia atau LSM-LSM di Amerika untuk memanfaatkan kesempatan ini, agar suara-suara mereka dapat diteruskan ke badan tertinggi disini.

Nia, menyatakan bahwa pedulinya terhadap Indonesia tidak hanya sampai disini, namun dia berjanji akan meneruskan perjuangan ini untuk masyarakat Indonesia. Disisi yang lain dia juga mengakui sebagai anak remaja yang sekolah di AS tentunya dia ada keterbatasan dalam pengtahuannya terhadap kondisi terkini di Indonesia, maka dia harap masyarakat dapat memakluminya sekiranya ada komentar dan pertanyaan yang diluar dari kemampuannya untuk dijawab. Nia menyampaikan presentasi

Irene Tjakrawinata MS, mengomentari atas kejadian yang telah dialami Nia merupakan keinginan yang kuat sekali dari pribadi Nia. Juga dihimbau kepada para orang tua yang mempunyai anak yang mengalami kejadian seperti Nia agar merespon dengan baik dan menerimanya dengan segala keterbukaan. Peran serta orang tua dalam perkembangan kejiwaan anak adalah sangat penting, janganlah meng-under estimate kekuatan anak . Berusahalah mengerti keinginan anak, jika dinilai perlu, orang tua harusDewi (ibu Nia) menfasilitaskan, walaupun kami selaku orang tua terkadang memiliki keterbatasan pula. Dalam hal ini jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi kepada pihak yang dianggap lebih ahli.

Sambutan dari Dr. Irawan atas Nia adalah sangat positif, beliau sangat kagum atas apa yang telah dilakukan oleh Nia , bahkan pula kakak Nia, Sarwono yang siap menjadi Duta berikutnya. Beliau juga mengutip ucapan dari Presiden Gerald Ford mantan presiden AS yang sudah berusia 86 tahun itu. Bahwa perlunya anak anak muda untuk terjun kedalam dunia politik untuk membela kepentingan kepentingan masyarkat . Juga diingatkan bahwa pekerjaan sebagai politikus adalah suatu profesi yang terhormat dan mulia. Sedangkan lembaga swadaya masyarakat (NGO) adalah sangat penting dalam menyuarakan kepentingan kita sebagai masyarakat. Kita sendiri yang harus memperjuangkan kepentinganIrene B. Tjakrawinata M.S. kita, jangan harapkan orang lain untuk melakukannya, demikian tandasnya. Tak lupa pada kesempatan itu Dr Irawan memuji sumbangsih Saudara Utomo Msc yang telah begitu banyak mencurahkan tenaga, materi dan pikiran tanpa pamrih untuk kegiatan kegiatan kemasyarakatan komunitas Indonesia di AS dan di Indonesia sendiri. Sepak terjangnya dapat dijadikan suri tauladan bagi masyarakat muda Indonesia.

Dialog interaktif Jonas Souisa

Jonas SouisaSession berikutnya dilanjutkan dengan Kesaksian dan penahyangan video tentang kekerasan di Ambon, gambar telah berbicara seribu bahasa. Adegan adegan yang sangat mengharukan yang menyayat hati telah di pertontonkan kali pertamanya dihadapan masyarakat. Banyak penonton tak dapat menahan emosi. Sesuai dengan rencana memang sudah diumumkan bahwa tontonan tidak dimaksudkan untuk anak-anak, yang berarti adanya adegan adegan diluar batas penerimaan umum manusia.

Jonas Souisa (48) seorang pendeta gereja Bethel dan mantan penyanyi Trio Agape dengan Ade Manuhutu dan Melky Goeslow. Pak Jonas bersama isterinya Maria telah terpanggil untuk aktif dalam menggalang bantuan untuk Ambon atas musibah yang terjadi di Indonesia Timur , bahkan musibah itu masih berlangsung sampai detik ini. Rosemary (eks penduduk Ambon) membuat kesaksian

Kalau pemerintah Indonesia sendiri sudah mengatakan : "Urusan Ambon harus diselesaikan oleh masyarakat Ambon sendiri", kemana lagi kami harus bertumpu, demikian keluh pak Jonas. Pengertian Pelagandong yang sering didengung-dengungkan oleh orang orang diluar Ambon yang tidak mengerti apa sesungguhnya Pelagandong itu, dijadikan alasan bahwa Ambon mempunyai kemampuan sendiri untuk membereskan masalahnya. Padahal Pelagandong adalah panutan Tribal yang sudah lama tidak ada lagi, apalagi penyebab pembunuhan dan pengrusakan di Ambon bukan dari Ambon sendiri tapi orang orang itu didatangkan dari luar dan dipersenjatai, bahkan milisi milisi itu mempunyai senjata dan logistik lebih lengkap dari tentara. Anehnya militer melindungi dan berpihak pada provokator-provokator itu ujarnya. Kemana lagi kami harus minta bantuan dan perlindungan . Orang-orang Pemerintah Indonesia selalu menolak campur tangan asing dengan retorika melecehkan kedaulatan Republik Indonesia, namun kami bertanya : "apakah kedaulatan itu masih ada?" , "bagaimana kalau seandainya anaknya sendiri (pejabat pemerintah) di cungkil matanya dan dibunuh?"

Maria Souisa (istri Jonas Souisa) menghimbau masyarakat Indonesia di AS untuk berbuat sesuatu bagi AmbonPak Jonas menghimbau kepada masyarakat Indonesia di AS untuk berbuat sesuatu demi saudara saudara kita di Ambon, bantuan yang diharapkan bukan hanya berbentuk uang , tapi juga doa, dan tindakan tekanan politis terhadap para pelaku kekejaman tersebut. Ditambahkan pula bahwa pada misinya yang lalu dibulan Mei tahun ini beliau sudah mengumpulkan sejumlah uang dan sudah diserahkan sendiri langsung kepada yang memerlukan. Beliau juga menyayangkan sumbangan-sumbangan berupa obat obatan dari gereja di AS pada waktu lalu ternyata tidak diterima oleh yang membutuhkannya langsung, tapi berakhir di gudang angkatan darat dan di jual ke apotik.

Rosemarry seorang caucasian yang pernah berdomisili di Ambon , bahkan mempunyai rumah di Ambon juga memberikan kesaksian atas kekejaman, pembakaran, dan pembumihangusan di Ambon. Beliau tidak tahu apakah rumahnya masih ada atau sudah rata dengan tanah, tapi yang pasti disebelah rumah tetangganya sudah rata dengan tanah. Beliau sangat sedih menyaksikan toko serba ada dimana beliau sering berbelanja sedang dibakar, dan aparat tidak dapat /mau berbuat apa-apa, dalam salah satu adegan video yang ditahyangkan sore itu.

Acara ditutup dengan diskusi bersama dengan para peserta dan undangan .

Indonesia Media

Kembali ke halaman depan
Kembali ke halaman terbitan lalu