FAMILY & PARENTING AUGUST 2000

Remaja & Narkoba

NARKOBA (narkotik, alkohol, dan obat-obatan berbahaya) semakin menjadi persoalan yang ramai dibicarakan. Narkotika memang telah menjadi bencana dunia yang menjadi perhatian serius. Disinyalir banyak kalangan, jaringan pengedaran narkotika semakin meningkat dengan tercium adanya keberadaan sindikat narkotika internasional.  Banyak orang telah mendengar nama narkotika, namun banyak orang tidak tahu model barang ini, akibat yang ditimbulkan dan siapa yang akan lebih cepat terjerumus ke dalam penyalagunaan narkotika. Sebagai langkah antisipasi sekaligus mewaspadai menjangkitnya penyakit sosial ini, sebaiknya kita perlu mencari akar dan menentukan solusi terbaik agar masyarakat kita tidak dirusakkan oleh narkotika. Sebab kalau tidak, hal ini akan berdampak sangat luas terhadap pembangunan masyarakat seluruh dan seutuhnya.

Remaja dan narkoba
Dunia Kedokteran melaporkan bahwa sekitar 70 persen pelaku penyalagunaan narkotika adalah para remaja. Siapa itu remaja? Definisi umumnya adalah "sekelompok manusia yang tidak mau dianggap anak-anak, tetapi belum mampu menempati dunia dewasa. Mereka berada pada jenjang tengah; tidak disebut anak kecil lagi - belum disebut orang dewasa. Intinya sedang dalam perjalanan menuju kedewasaan." Dan umur remaja biasanya berkisar 13-21 tahun, umur sekolah. Bayangkan pada usia begini muda sudah terkena racun narkotika.

Yang populer saat ini bagi pemakai Narkoba adalah sebagai berikut:

Candu/ madat atau opium, yaitu narkotika yang dinikmati pakai pipa isapan. Dari candu atau opium ini bisa dihasilkan morfin yang berbentuk tepung licin dan halus keputih-putihan atau kuning. Morfin sangat berbahaya karena denyut jantung dan tubuh akan sangat lemah. Morfin biasa dipakai dengan menyuntik pada lengan dan paha.

Heroin, dihasilkan melalui proses kimia atas bahan baku morfin. Heroin yang diedarkan sering dalam bentuk bubuk berwarna putih keabu-abuan atau coklat. Dinikmati dengan jalan mencium narkotika ini. Kalau pakai suntik, si pemakai sangat menderita dan akhirnya bisa mati.

Shabu shabu adalah heroin kelas2, yang dihisap dengan menggunakan suatu alat khusus,

Ecstasy/ Metamphetamines dalam bentuk pil yang berakibat kondisi tubuh memburuk dan tekanan darah semakin tinggi. Gejalanya: suka bicara, rasa cemas dan gelisah, tak dapat duduk dengan tenang, denyut nadi terasa cepat, kulit panas dan bibir hitam, tak dapat tidur, bernapas dengan cepat, tangan dan jari selalu bergetar. 

Putauw , sebenarnya heroin kelas 5 atau 6 , yang merupakan ampas heroin, digunakannya yaitu dengan cara membakar dan dihisap asapnya.

Ganja atau mariyuana. Ganja paling banyak dipakai. Mungkin karena akibatnya yang tergolong tidak terlalu berbahaya bagi jiwa dan syaraf pemakai.

Hashish. Berbentuk tepung dan warnanya hitam. Ia dinikmati dengan cara diisap atau dimakan. Narkotika jenis yang kedua ini dikatakan agak tidak berbahaya hanya karena jarang membawa kematian.

Dari hasil penelitian tim kepolisian atas kasus-kasus narkotika yang terjadi, diambil kesimpulan bahwa yang terbanyak terlibat dalam narkotika adalah anak remaja. Mengapa harus anak remaja? Salah siapa? Mereka sendiri, keluarga atau lingkungan? Apa jalan keluar yang harus diambil agar tidak lebih banyak anak remaja kita terjerumus?
***

MENCARI akar sebuah persoalan bukan pekerjaan gampang. Demikianlah usaha kita melacak penyebab sekaligus memberikan solusi yang tepat guna mengatasi penyalagunaan narkotika oleh kaum remaja. Alasan keterlibatan remaja dalam narkotika harus dilihat secara komprehensif. Tidak secara sepihak, artinya tidak boleh mempermasalahkan lingkungan masyarakat semata melainkan juga melihat keadaan keluarga sekaligus mempertimbangkan hukum kodrat remaja yang bisa dikatakan sebagai elemen tertentu turut menjadikan remaja terlibat dalam narkotika.

Faktor keluarga

Fakta berbicara bahwa tidak semua keluarga mampu menciptakan kebahagiaan bagi semua anggotanya. Banyak keluarga mengalami problema-problema tertentu. Salah satunya ketidakharmonisan hubungan keluarga. Banyak keluarga berantakan yang ditandai oleh relasi orangtua yang tidak harmonis dan matinya komunikasi antara mereka. Ketidakharmonisan yang terus berlanjut sering berakibat perceraian. Kalau pun keluarga ini tetap dipertahankan, maka yang ada sebetulnya adalah sebuah rumah tangga yang tidak akrab dimana anggota keluarga tidak merasa betah. Akhirnya orangtua sering minggat dari rumah atau pergi sampai larut malam. Kemana anak harus berpaling?

Berhadapan dengan situasi demikian, remaja merasa bimbang, bingung dan ketiadaan pegangan dalam hidupnya. Kebimbangan mereka semakin diperparah oleh sikap orangtua yang mengkambinghitamkan mereka. Lebih parah lagi kalau sikap ini lahir dari watak orangtua yang otoriter dan feodalistik. Remaja akhirnya menjadi takut dan mencari sendiri pegangan hidupnya. Dalam pencaharian inilah mereka akhirnya terjerumus ke dalam narkotika. Para remaja sesuai dengan umurnya, suka bergaul dengan kelompoknya. Tidak mustahil mereka menceburkan diri ke dalam kelompok narkotika. Lebih lagi kalau anak merasa orangtua di rumah sangat tidak bersahabat.

Faktor ketidakharmonisan dalam keluarga punya relasi saling mempengaruhi yang sangat kuat dengan kenyataan biologis-psikologis kodrati remaja sebagai manusia. Dikatakan bahwa usia remaja adalah usia serba tidak pasti, penuh gejolak. Remaja, di satu pihak, ingin melepaskan diri dari pengaruh orangtua. Namun di lain pihak ia belum sepenuhnya berdiri sendiri. Dengan demikian jika orangtua tidak bisa bertindak untuk dapat dipercayai sekaligus mengayomi, maka remaja akan mencari tempat sandaran lain berupa kelompok para remaja yang tidak tertutup kemungkinan telah terlibat narkotika. Umur remaja pun adalah umur serta bertanya dan mencari tahu. Kepada siapa mereka harus bertanya jika orangtua hanya punya waktu bertengkar dan terus keluar rumah? Tidak mustahil mereka akhirnya mau mencoba sendiri seperti apa rasanya narkotika itu. Narkotika akhirnya bisa dilihat oleh remaja sebagai pengganti kasih sayang dan perhatian yang tidak mereka alami dari orangtua di rumah.

Namun bukan berarti orang tua harus mengendurkan sikap dalam pendidikan anak. Pendidikan anak tetap harus secara solid, namun hendaknya orang tua harus bijak dalam bersikap dan tahu dimana, dan kapan kita harus lembut, dan keras. Ingat anak adalah investment yang tak ternilai untuk keluarga, bukan Stock, mobil, dan properties mewah. Sebagai orang tua tak jarang kita harus korbankan kesenangan dan kepentingan kita demi mendidik anak kita sendiri. Luangkan waktu Anda untuk belajar mendidik anak, jangan pikir bahwa kita orang tua sudah tahu segalanya, perkembangan zaman juga menuntut reformasi dibidang pendidikan anak.

Dr.Idries. RS. POLRI Kramat Jati, Jakarta./Indonesia Media

KELOMPOK (OBAT ) NARKOBA BERDASARKAN CARA KERJA
Kelompok Obat Nama Obat
Central Nervous System Depresant (CNS) Alkohol; Chloral hydrate; Barbiturates; Benzodiasepines (Ativan, Dalmane, Valium, Librium, Xanax, serax, Halcion, etc); Hypnotis sedative (Parest, Quaalude, Doriden); dan ....
Narkotik Opium, Codein, Heroin, Morphine, Demerol, Pethidine, Dilaudid, Methadone, Percocet, Percodan, Darvon, Tussionex, Fentanyl, Lomotil, Numorphan, agonist-antagonist (TalwinStadol, Buprenex, Temgesic, Nubain)
Stimulan Amphethamine, caffeine, cocaine, nikotine, Preludine, Ritalin, pill diet, khat
Hallusinasi Amphetamine variants (2,5 DMA, PMA, STP, MOA, DOM, MMDA, TMA, DOB); LSD, macaline, peyote, phencyclidine dan analognya, psilocybin, psicocyn, DMT and DET
Canabis Marijuana, Hashish, THC
Hisap Nitrous oxide, berbagai jenis cat dan thinner untuk cat, dan Lem
Anti Depresi Amitriptyline (Elavil, Endep, Amitril, Amitrip) dan obat-obatan lain yang sejenis
Monoamine oxidane inhibitor Isocarboxazid (Marplan), phenenelzine (Nardil), tranylcypromine (Parnate)
Tetracyclic antideoresants Maprotiline
Miscellaneous antidepressants Trazodone (Desyrel), fluoxetine (Prozac)


SEKILAS NARKOBA

Apa itu Narkoba?

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Obat-obatan Berbahaya. Selain itu ada kata-kata lain yang mempunyai makna yang sama, yaitu: NAZA (Narkotika dan Zat Adiktif) dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Istilah NAPZA lebih tepat karena didalam singkatan tersebut terdapat psikotropika obat yang biasanya digunakan untuk ganguan kesehatan jiwa namun obat ini termasuk obat yang sering disalah gunakan dan dapat menimbulkan adiksi.

Narkoba pada awalnya adalah sejenis obat-obatan tertentu yang digunakan oleh kalangan kedokteran untuk terapi penyakit misalnya untuk menghilangkan rasa nyeri. Namun pada perkembangannya obat-obatan itu disalahgunakan (abuse) sehingga menimbulkan ketergantungan (adiksi).

Narkoba dikelompokkan dalam beberapa jenis. Dua kelompok narkoba yang biasa digunakan adalah: Opiat dan Non Opiat.

Menggunakan narkoba dapat menimbulkan adiksi dan akhirnya ketergantungan obat. Sebenarnya penggunaan narkoba dapat kita cegah. Ada banyak alasan mengapa orang menggunakan narkoba.

Pada awalnya ada yang hanya mencoba-coba atau sekedar ingin tahu. Setelah mencoba menggunakan seseorang mengalami ketergantungan dengan narkoba, maka akan muncul berbagai masalah dan persoalan. Persoalan yang dapat muncul antara lain: Kepribadian adiksi, terinfeksi berbagai penyakit (HIV/AIDS, Hepatisi B, C), sakaw, pengobatan yang mahal, Overdosis (OD), dll. Selain itu seorang pengguna narkoba akan banyak mengalami kesulitan pada masa depan serta dalam kehidupan sosialnya.

Ada banyak alasan orang menggunakan narkoba, antara lain:
1. Rasa ingin tahu
2. Ajakan teman
3. Pelarian masalah
4. Ketidak harmonisan dalam keluarga
5. Kuatnya jaringa pemasaran narkoba

Dari berbagai alasan tersebut kepribadian, merupakan hal yang penting. Pada remaja kemampuan untuk menolak pengaruh ajakan teman umunya masih rendah sehingga ajakan teman merupakan faktor yang cukup dominan. Oleh karena itu badan kesehatan sedunia WHO menganjurkan pelatihan Life Skill (keterampilan hidup) untuk dilatihkan pada remaja sehingga remaja terampil mengambil keputusan yang menguntungkan kesehatannya serta terampil menolak ajakan teman yang merugikan kesehatan (STD, Hamil sebelum nikah, dan Penggunaan Narkoba).

DAMPAK PENGGUNAAN NARKOBA

• Kepribadian Adiksi:

·         Menyembunyikan tindakan

·         Berpura-pura

·         Berbohong

·         Menipu

·         Ingkar janji

•   Pengaruh Narkoba Terhadap Kesehatan Tubuh :

1.        Adiksi

2.        Infeksi paru

3.        Infeksi jantung

4.        Penularan penyakit Hepatitis C, B, danHIV/AIDS

5.        Menurunkan kapasita berpikir dan kemampuan mengambil keputusan

6.        Menimbulkan impotensi

7.        Menimbulkan kecacatan pada bayi

8.        Kematian akibat overdosis dan infeksi

PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN

• Pengobatan dan Pencegahan Pengobatan Narkoba:

1.        Pengobatan adiksi (detoks)

2.        Pengobatan infeksi

3.        Rehabilitasi

4.        Pelatihan mandiri

• Pencegahan Narkoba:

1.        Memperkuat keimanan

2.        Memilih lingkungan pergaulan yang sehat

3.        Komunikasi yang baik

4.        Hindari pintu masuk narkoba yaitu rokok

SAKAW (PUTUS OBAT)

• Gejala sakaw atau putus obat :

1.        Bola mata mengecil

2.        Hidung dan mata berair

3.        Bersin-bersin

4.        Menguap

5.        Banyak keringat

6.        Mual-mual

7.        Muntah

8.        Diare

9.        Nyeri otot tulang dan persendian

• Pertolongan Pertama

Pertolongan pertama penderita dimandikan dengan air hangat, minum banyak, makan makanan bergizi dalam jumlah sedikit dan sering dan dialihkan perhatiannya dari narkoba. Bila tidak berhasil perlu pertolongan dokter. Pengguna harus diyakinkan bahwa gejala-gejala sakaw mencapai puncak dalam 3-5 hari dan setelah 10 hari akan hilang.

• Empat Cara Alternatif Menurunkan Risiko atau Harm Reduction Pada Para Junkies :

1.        Menggunakan jarum suntik sekali pakai

2.        Mensuci hamakan (sterilisasi) jarum suntik

3.        Mengganti kebiasaan menyuntik dengan menghirup atau oral dengan tablet

4.        Menghentikan sama sekali penggunaan narkoba

Rujukan Lembaga untuk masalah Narkoba

No

Nama
Lembaga

Alamat

Telp./Fax/
e-mail

01

RS. Ketergantungan

Jl.RS. Fatmawati, Kompleks RS. Fatmawati, Jakarta selatan

7655461, 7698240, 7504009

02

RS. Angkatan Laut Mintohardjo

Jl. Bendungan Hilir, Jakarta Pusat

5703081, 5702036

03

RS Darmawangsa

Jl. Darmawangsa Raya No.1, Blok P-2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

7394484

04

RS. Ongkomulyo

Jl. Pulomas Barat VI, Jakarta Timur 13210

4723332

05

Bagian Psikiatri
FKUI/ RSUPN-CM

Jl. Salemba Raya no.6, Jakarta Pusat

330371, 330373

06

Bagian IGD dan bagian Kerohanian R.S. PGI Cikini

JL. Raden Saleh no.40 Jakarta 13210

336019

07

Parmadisiwi

Jl. MT. Haryono No.11 Cawang, Jakarta Timur

8092713

08

Yayasan Titian Respati

Jl. Hang Lekir II No.16, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

7394762, 7394769

09

Yayasan Insan Pengasih Indonesia

Jl. Daksa IV No.69, Jakarta Selatan

7208216

10

Sistim Prof. Dadang Hawari

Tebet Mas Indah E-5, Jl. Tebet Barat I, Jakarta Selatan

8298885

11

Yayasan Pelita Ilmu

Jl. Kebon Baru IV No.16, Tebet, Jakarta Selatan 12820

83795480, 8311577

12

Lembaga Aksi Hidup Sehat

Jl. Tebet Timur Dalam II C/9, Jakarta 12820

8295294

13

Wisma Adiksi

Jl. Jati Indah I No.23, Pangkalan Jati –Pondok Labu, Jakarta 16514

7690455, 75404604

14

Yayasan Kasih Mulya

Ruko Pantai Indah Kapuk
Jl. Camar Indah I Blok DD No.10

5881103

15

Yayasan Tiara Darma Seta

Jl. Albaido I No. 30, Lubang Buaya,Jakarta 13810

8413117

16

Yayasan Gerbang Aksa

Jl.H.Sangaji No.19, Jakarta 10130

6315544

17

BERSAMA

Jl. Madiun No.34, Jakarta 10310

326330, 3924952

18

KerlipNAZA

Jl. Tirtayasa Raya No.51, Jakarta 12160

7248049

19

Pondok Pesantren Modern Daarul Ichsan

Lembah Pegunungan Dusun Karang Mulya Desa Siliwangi, Kec. Cariu-Bogor telepon

42040662, 8309243, 8309244

20

Yayasan RS Islam Jakarta

Wisma Afiat
Jl. Komplek Masjid Baitul Akhfa Kampung Naru Kel. Bojong Gede -Bogor

9128548

21

Yayasan Kita

Wisma Arjuna
Jl. Dr. Semeru 112 – Bogor

(0251) 382052

22

Yayasan Taubatannashuha

Puri Widuri, Jl. Raya Sindanglaya – Cipanas, Cianjur Jawa Barat

(0263) 521198, (021)7422487, 7424288

23

Pesantren Inabah VII

Kampung Rawa, Ds.Cilincing Kec. Sukahening Pos Raja Polah, Tasikmalaya 46155

450028

24

Pesantren Tebu Ireng

PO.BOX 5, Jombang 61471 Jawa Timur

(0321) 81133, 83116, 867866

25

Yayasan Hati-hati

Jl. Pulau Seribu No.39, Denpasar Bali

(0361) 242721

26

Lembaga Dakwah Masyarakat Marjinal

Jl. Cumi-cumi Raya No.23 Rawamangun, Jakarta Timur

(021) 4703760

27

Hotline ‘Pokdi’, untuk informasi: HIV/ AIDS, Narkoba, dan Penyakit Kelamin

RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Jl. Diponegoro No.71 Jakarta Pusat

(021) 3905250

Fax: 3162788

Keterangan Istilah :

SAKAUW : Putus Obat
ECTASY
: Amphetamin
PUTAUW
: Getah berupa kristal (Narkotika)
SHABU-SHABU
: Psikotropika
NARKOTIKA
:
Zat yang dapat menimbulkan perubahan perasaan, suasana pengamatan/penglihatan karena zat tersebut mempengaruhi susunan syaraf pusat.
PSIKOTROPIKA
:
Zat yang bersifat Depresant, Stimulan (Ectasy) dan Halusinogen.

http://www.cnoa.org/


FastCounter by bCentral